You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Puskesmas Kramat Jati Vaksin 48 Penyandang Disabilitas
photo Nurito - Beritajakarta.id

Puskesmas Kramat Jati Vaksin 48 Penyandang Disabilitas

Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, menggelar layanan vaksinasi jemput bola untuk siswa penyandang kebutuhan khusus di Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala di Jl Inerbang, Batu Ampar, Jumat (30/7).

Butuh pendampingan secara khusus. Rata-rata butuh waktu tiga hingga lima menit untuk memvaksin satu siswa

Kepala Sekolah Luar Biasa Ganda (SLBG) Rawinala, Budi Prasojo mengatakan, karena yang divaksin adalah para penyandang disabilitas ganda, maka pelaksanaannya butuh kesabaran ekstra. Karena itu, hanya orang-orang yang memahami karakter masing-masing siswa penyandang disabilitas yang melakukan pendampingan.

Menurut Budi, pendampingan dilakukan lebih satu orang, karena harus ekstra penanganannya. Bahkan harus ada yang diajak bermain terlebih dulu agar mereka nyaman. Setelah nyaman baru bisa divaksin.

Dinkes DKI: Vaksin Booster Belum Menyasar Masyarakat Umum

"Butuh pendampingan secara khusus. Rata-rata butuh waktu tiga hingga lima menit untuk memvaksin satu siswa," kata Budi.

Menurutnya, 48 penyandang disabilitas yang divaksin, 20 orang merupakan siswa Rawinala, 20 dari SLB Frober Montesori, dua siswa dari SLB Pelita Hati di Kampung Dukuh dan enam siswa Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM).

"Rata-rata mereka memiliki ganda disabilitas. Misalnya, ada yang tuna rungu merangkap tuna intelektual dan mengenakan kursi roda. Selain itu ada tuna netra dan tuna rungu," bebernya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara menambahkan, untuk layanan vaksinasi di Yayasan Pendidikan Rawinala ini, pihaknya mengerahkan 10 tenaga kesehatan dari puskesmas kelurahan dan tenaga admin dari Yayasan Pendidikan Rawinala dibantu dari puskesmas.

Selain siswa di Rawinala yang berkebutuhan khusus, jelas Inda, ada pula 50 pelajar dari SMPN 126 yang ikut divaksin.

Menurutnya, kerja sama layanan vaksinasi dengan Yayasan Rawinala ini dilalukan dalam rangka advokasi pemenuhan hak anak untuk sehat. Harapannya, jangan sampai anak penyandang disabilitas terpapar COVID-19.

"Rencananya, untuk vaksin dosis kedua akan dilakukan di Rawinala setelah 28 hari ke depan," ungkap Inda.

Sementara, Camat Kramat Jati, Eka Darmawan mengungkapkan, layanan vaksinasi jemput bola bagi penyandang disabilitas ini sesuai dengan arahan Sekda DKI Jakarta.

"Sesuai arahan Sekda DKI agar penyandang disabilitas harus divaksinasi untuk percepatan capaian vaksinasi. Makanya dilakukan jemput bola kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Rawinala," pungkas Eka.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2485 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1308 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1049 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1049 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye883 personDessy Suciati